Penerapan UU ITE dalam Kasus Pemerasan Dan Ancaman Melalui Media Sosial WhatsApp (WA)

Authors

  • Alifah Herawati Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram
  • Hartanto Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram
  • Siti Hasna Soasiu Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram
  • Cunduk Wasiati Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat saat ini, juga menjadi pisau bermata dua yang bisa sangat membahayakan diri sendiri. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di satu sisi meningkatkan kesejahteraan dan peradaban masyarakat, di sisi lain  dapat disalahgunakan untuk kegiatan ilegal yang dapat merugikan kepentingan seseorang. Semakin majunya teknologi, maka semakin beragam pula bentuk-bentuk kejahatan yang terjadi saat ini, karena bermunculan saluran-saluran media baru atau saluran-saluran terciptanya kejahatan.Metode yang digunakan penulis adalah metode hukum normatif, atau metode penelitian yang mengkaji norma-norma; aturan hukum , peraturan perundang-undangan yang berlaku dari sudut pandang implementasi. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”)., mengatur tentang pungli/ancaman siber dalam Pasal 27 ayat 4 UU ITE. Risiko mengunggah data pribadi ke jaringan publik dinilai sebagai tren baru yang baru terlihat di era saat ini, ketika digitalisasi kehidupan hidup berdampingan dengan masyarakat. Hal pribadi juga banyak diekspos secara komersial melalui infotainment.

 Banyak kasus pemerasan berbasis teknologi kini dianggap biasa, namun laporannya sedikit karena korban khawatir akan ancaman pelaku yang dapat merusak kesehatan mental korban. Penyidik POLRI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dinas Penindakan, Departemen Keamanan Informasi) harus diberitahu mengenai kasus-kasus ini. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada banyak alasan terjadinya pemerasan dan pengancaman melalui media sosial. Termasuk faktor lainnya Keadaan internal seseorang, terutama kondisi psikologis, faktor ekonomi, faktor eksternal dan lingkungan sekitar dapat menjadi contoh dan pengaruh yang buruk. Kebiasaan gaya hidup sebagian orang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggalnya, serta hubungan romantisnya.

 

Kata kunci : Undang-undang, teknologi informasi, komunikasi,UU ITE

 

 

Downloads

Published

2024-01-11

Issue

Section

Articles